Selasa, Mei 05, 2015

GEREJA HYANG TRINIJI SUCI NGALIYAN

GEREJA HYANG TRINI SUCI NGALIYAN
DESA NGALIYAN, KECAMATAN BEJEN, KABUPATEN TEMANGGUNG
Gereja yang mengambil nama Geraja Hyang Triniji Suci ini ialah gereja satu – satunya yang berada di Desa Ngaliyan, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung. Mengambil Hyang Triniji Suci, berarti AllahTritunggal Yang Maha Kudus yang menjadi nama dan tempat perlindungan gereja ini.   
“Gereja ini pada sejarah awalnya (akan diulas semua setelah blog ini), ialah gereja yang berdiri karena mimpi dari Romo Keneth yang bermimipi  ada sebidang tanah yang tertimpa salib dari langit dan tergeletak disekitar perumahan warga yang tidak terkena imbas dari salib yang jatuh karena angin.“ Begitu pengakuan dari Mbah Rejo Sampur yang juga akrab dengan Romo Keneth.  Dan sekarang sebidang tanah tersebut menjadi tempat berdirinya gereja yang megah ini. Tempat gereja ini berdiri berada di Dusun Krajan, Desa Ngaliyan.
Gereja yang dulu berdiri  menyerupai sebuah gubug, tahun demi tahun berlalu gereja ini berkembang dan megah seperti sekarang. Sangat elok jika disawang (dilihat) dari dalam ( altar ).

Serta  megah jika dipandang dari depan gereja yang menghadap ke utara tersebut.

Gereja megah yang  sekarang ini berdiri merupakan gereja  stasi yang wilayahnya termasuk dalam Paroki Santo Isidorus Sukorejo, Sukorejo. Gereja ini dijadikan stasi karena jumlah umat yang banyak, yaitu terbanyak kedua setelah gereja paroki Se – paroki Sukorejo. Sedangkan gereja yang lain yang masih termasuk kedalam wilayah Paroki Sukorejo adalah gereja lingkungan ( kapel ) karena jumlah umat yang sedikit dan kebanyakan jarak yang  jauh merupakan faktor penentunya.
 Walaupun umat yang sedikit, namun para pewarta Tuhan yang tak kenal lelah terus menerus bekerja demi menabur kebaikan dan mengabarkan ke  semua bahwa Kerajaan Allah.

Umat Katolik di Desa Ngaliyan termasuk minoritas, karena selain terdapat agama Katolik juga terdapat agama Islam sebagai agama mayoritas di Desa Ngaliyan. Walaupun Islam sebagai mayoritas, akan tetapi semua orang turut saling mendukung dalam berbagai kegiatan keagamaan  dan kegiatan sosial supaya terciptanya iklim yang kondusif.
Maka dari itu, dengan adanya berbagai kegiatan yang ada saling menghargai dan menghormati dapat tercipta sehingga semua orang dapat bersatu padu membangun Desa Ngaliyan yang rukun, damai, dan sejahtera.


SALAM SEJAHTERA BAGI KITA SEMUA !!! 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar